Cara Membuat Atap Jerami Agar Tahan Lama dan Awet
by Nia Nurhanifah | 24 Feb 2026 | Artikel
Atap jerami sering dipilih untuk rumah tradisional dan gazebo alami. Oleh karena itu, tampilannya yang unik masih diminati hingga sekarang. Selain itu, suasana sejuk dan alami dapat langsung dirasakan. Namun demikian, banyak orang mengira atap jerami mudah rusak.
Padahal, jika dipasang dengan benar, atap jerami bisa bertahan cukup lama. Oleh sebab itu, penting untuk memahami cara membuat atap jerami awet sejak awal pemasangan. Selain itu, pemilihan bahan dan teknik pemasangan sangat menentukan umur pakainya.
Jenis Jerami yang Cocok untuk Atap

Sebelum memasang atap alami, pemilihan bahan harus dilakukan dengan teliti. Oleh karena itu, tidak semua jerami bisa langsung digunakan sebagai penutup atap. Selain itu, kualitas bahan akan sangat memengaruhi daya tahan terhadap panas dan hujan. Dengan demikian, berikut beberapa jenis jerami yang cocok digunakan untuk atap tradisional maupun gazebo alami.
1. Jerami Padi Kering Tua
Jerami padi yang sudah tua dan kering alami sering dijadikan pilihan utama. Oleh sebab itu, jerami harus dipastikan benar-benar kering sebelum dipasang. Selain itu, pilih jerami yang batangnya panjang dan tidak mudah patah. Warna yang masih cerah menandakan kualitas yang baik. Dengan demikian, risiko jamur dan pelapukan dapat diminimalkan.
2. Ilalang atau Alang-Alang
Ilalang dikenal lebih kuat dibanding jerami biasa. Oleh karena itu, banyak rumah adat menggunakan bahan ini sebagai atap utama. Selain itu, seratnya lebih padat dan tahan terhadap hujan deras. Ketebalan alami ilalang membantu mencegah kebocoran. Dengan demikian, umur pakainya cenderung lebih lama.
3. Daun Rumbia
Daun rumbia kering juga sering digunakan sebagai atap tradisional. Oleh sebab itu, bahan ini banyak ditemukan di daerah pesisir. Selain itu, teksturnya lentur dan cukup tebal saat disusun berlapis. Proses pengeringan harus dilakukan merata sebelum pemasangan. Dengan demikian, ketahanan terhadap kelembapan menjadi lebih baik.
4. Jerami Gandum
Jerami gandum memiliki serat yang lebih panjang dan halus. Oleh karena itu, bahan ini dapat disusun lebih rapat. Selain itu, kepadatan susunan akan meningkatkan ketahanan terhadap air. Proses pemilihan batang utuh sangat disarankan. Dengan demikian, atap tidak mudah rapuh saat terkena angin.
5. Kombinasi Jerami dan Ilalang
Beberapa pengrajin menggabungkan jerami padi dan ilalang. Oleh sebab itu, kekuatan dan kerapatan dapat ditingkatkan. Selain itu, kombinasi ini sering menghasilkan tampilan yang lebih tebal. Teknik ini biasa digunakan pada bangunan semi permanen. Dengan demikian, daya tahan atap dapat lebih optimal.
6. Jerami yang Telah Diawetkan
Saat ini tersedia jerami yang telah melalui proses pengawetan. Oleh karena itu, ketahanan terhadap rayap dan jamur menjadi lebih baik. Selain itu, bahan yang diawetkan biasanya memiliki umur pakai lebih panjang. Proses pengawetan dilakukan dengan bahan ramah lingkungan. Dengan demikian, kualitas atap dapat meningkat signifikan.
Cara Membuat Atap Jerami Awet

Setelah memilih bahan yang tepat, teknik pemasangan menjadi faktor utama berikutnya. Oleh karena itu, cara membuat atap jerami awet harus dilakukan secara sistematis. Selain itu, perawatan rutin juga sangat menentukan umur pakai atap. Dengan demikian, atap jerami dapat bertahan lebih lama dan tetap terlihat rapi.
1. Gunakan Rangka Kayu yang Tahan Rayap
Rangka menjadi fondasi utama atap jerami. Oleh sebab itu, kayu yang digunakan harus kuat dan kering. Selain itu, kayu sebaiknya telah diberi lapisan anti rayap. Struktur yang kokoh akan menjaga jerami tetap stabil. Dengan demikian, risiko kerusakan dapat ditekan sejak awal.
2. Buat Kemiringan Atap yang Cukup Curam
Kemiringan atap sangat memengaruhi aliran air hujan. Oleh karena itu, sudut kemiringan minimal 35 derajat sering direkomendasikan. Selain itu, air hujan akan lebih cepat turun tanpa mengendap. Endapan air dapat menyebabkan pembusukan jerami. Dengan demikian, kemiringan yang tepat membantu memperpanjang umur atap.
3. Susun Jerami dengan Ketebalan Ideal
Ketebalan susunan jerami tidak boleh terlalu tipis. Oleh sebab itu, lapisan minimal 20–30 cm biasanya digunakan. Selain itu, susunan harus dibuat rapat dan merata. Teknik pemasangan dilakukan dari bawah ke atas. Dengan demikian, air tidak mudah masuk ke sela-sela atap.
4. Ikat dengan Tali Tahan Cuaca
Setiap lapisan jerami harus diikat dengan kuat. Oleh karena itu, gunakan tali berbahan sintetis tahan air. Selain itu, jarak antar ikatan harus konsisten. Ikatan yang kuat akan menahan jerami dari terpaan angin. Dengan demikian, struktur atap tetap aman saat cuaca buruk.
5. Lakukan Pelapisan Tambahan Anti Jamur
Pelapisan alami dapat dilakukan menggunakan cairan khusus anti jamur. Oleh sebab itu, jerami dapat lebih tahan terhadap kelembapan. Selain itu, pelapisan ini membantu mencegah pertumbuhan lumut. Proses ini biasanya dilakukan sebelum pemasangan. Dengan demikian, perlindungan dapat lebih maksimal.
6. Bersihkan Secara Berkala
Perawatan rutin sangat penting dilakukan. Oleh karena itu, daun kering dan kotoran harus dibersihkan secara berkala. Selain itu, lumut yang mulai tumbuh perlu segera diatasi. Pemeriksaan minimal setiap enam bulan sangat disarankan. Dengan demikian, kerusakan kecil dapat dicegah sebelum menjadi besar.
7. Ganti Bagian yang Rusak Segera
Jerami yang mulai lapuk tidak boleh dibiarkan terlalu lama. Oleh sebab itu, bagian rusak harus segera diganti. Selain itu, penggantian sebagian lebih hemat dibanding mengganti seluruh atap. Tindakan cepat akan mencegah kebocoran menyebar. Dengan demikian, cara membuat atap jerami awet dapat diterapkan secara optimal.
Perbandingan Atap Jerami dengan Material Atap Modern

Meskipun atap jerami memiliki nilai estetika tinggi, material modern juga menawarkan keunggulan tersendiri. Oleh karena itu, perbandingan perlu dilakukan sebelum menentukan pilihan. Dari sisi tampilan, jerami memberikan kesan alami dan tradisional. Namun demikian, daya tahannya masih kalah dibanding material modern seperti metal atau UPVC. Selain itu, jerami membutuhkan perawatan lebih rutin.
Material modern biasanya telah dirancang tahan terhadap cuaca ekstrem. Oleh sebab itu, risiko kebocoran dan pelapukan lebih kecil. Selain itu, bobot material modern sering lebih ringan dibanding jerami tebal. Dengan demikian, struktur rangka dapat lebih efisien.
Namun demikian, biaya awal jerami bisa lebih terjangkau jika bahan tersedia lokal. Oleh karena itu, pilihan tergantung pada kebutuhan desain dan anggaran.
Dari Jerami ke UPVC, Upgrade Hunian Jadi Lebih Modern

Perkembangan material bangunan membuat banyak pemilik rumah mulai beralih dari atap tradisional seperti jerami ke material yang lebih modern dan tahan lama. Jika dulu jerami dipilih karena kesan alami dan biaya awal yang relatif murah, kini faktor ketahanan, keamanan, dan efisiensi jangka panjang menjadi pertimbangan utama. Oleh karena itu, upgrade ke atap UPVC seperti Grand Luxe menjadi solusi yang semakin diminati.
Atap Grand Luxe berbahan UPVC dirancang untuk menghadapi iklim tropis dengan paparan panas dan hujan yang tinggi. Berbeda dengan jerami yang mudah lapuk, berjamur, dan membutuhkan perawatan rutin, UPVC memiliki daya tahan lebih kuat, tidak menyerap air, serta lebih tahan terhadap perubahan cuaca ekstrem. Selain itu, kemampuan meredam panas dan suara hujan membuat suasana di dalam rumah terasa lebih nyaman dan tenang.
Dari sisi tampilan, penggunaan atap Grand Luxe juga memberikan kesan lebih rapi, modern, dan profesional. Rumah terlihat lebih kokoh sekaligus memiliki nilai estetika yang meningkat. Dengan perawatan yang minim dan umur pakai yang panjang, beralih dari jerami ke UPVC bukan sekadar perubahan material, tetapi investasi cerdas untuk hunian yang lebih aman, nyaman, dan berkelas.
Produk Grand Luxe tersedia dalam berbagai tipe dan dapat dipesan melalui marketplace Shopee dan Tokopedia dengan pengiriman ke seluruh Indonesia, termasuk ke wilayah IKN melalui cabang Balikpapan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk, silakan hubungi kami melalui WhatsApp pada nomor berikut.
Kesimpulan
Cara membuat atap jerami awet bergantung pada kualitas bahan dan teknik pemasangan yang tepat. Oleh karena itu, perawatan rutin sangat diperlukan agar atap tahan lama. Namun demikian, untuk solusi lebih modern dan minim perawatan, material seperti UPVC dapat dipertimbangkan sebagai alternatif jangka panjang.
