Jangan Salah Pilih!! Ini Perbedaan Atap UPVC vs Galvalum
Memilih material atap sering dianggap sebagai hal sederhana. Padahal, keputusan ini sangat memengaruhi kenyamanan rumah dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pemilihan material atap sebaiknya dilakukan dengan mempertimbangkan beberapa aspek penting.
Saat ini, dua jenis atap yang sering dibandingkan adalah UPVC dan galvalum. Kedua material ini sering digunakan pada rumah modern, gudang, hingga bangunan komersial. Namun demikian, masing-masing memiliki karakteristik yang berbeda. Untuk mengetahui karakteristik masing-masing, yuk simak artikel berikut!
UPVC vs Galvalum

Perbandingan upvc vs galvalum sering menjadi pertimbangan penting dalam proyek pembangunan. Hal ini terjadi karena kedua material memiliki kelebihan serta kekurangan yang berbeda.
1. Perbedaan Material Dasar
Atap UPVC terbuat dari material plastik Unplasticized Polyvinyl Chloride yang dirancang khusus untuk konstruksi bangunan. Material ini terkenal tahan terhadap panas, korosi, serta tidak mudah lapuk karena tidak mengandung unsur logam. Struktur berlapis pada atap UPVC juga membuatnya lebih mampu meredam panas dan suara dari luar.
Sementara itu, atap galvalum merupakan jenis atap berbahan dasar baja ringan yang dilapisi campuran aluminium dan seng. Lapisan tersebut berfungsi untuk mencegah karat serta meningkatkan ketahanan terhadap cuaca. Karena berbahan logam, galvalum memiliki karakter yang lebih tipis dan kuat secara struktural, namun cenderung lebih menghantarkan panas.
2. Perbedaan Ketahanan terhadap Panas dan Suara
Salah satu alasan banyak orang beralih ke atap UPVC adalah kemampuannya dalam meredam panas. Struktur berongga dan lapisan pada material UPVC membantu mengurangi panas matahari yang masuk ke dalam bangunan. Selain itu, suara hujan yang jatuh di permukaan atap juga terdengar lebih lembut sehingga ruangan terasa lebih nyaman.
Sebaliknya, atap galvalum memiliki sifat logam yang lebih mudah menghantarkan panas. Pada siang hari, suhu ruangan di bawah atap galvalum biasanya terasa lebih panas jika tidak dilengkapi dengan lapisan insulasi tambahan. Selain itu, suara hujan yang mengenai atap galvalum juga cenderung lebih keras.
3. Perbedaan Ketahanan terhadap Karat dan Korosi
Atap UPVC memiliki keunggulan karena tidak mengandung logam, sehingga secara alami tidak akan berkarat. Material ini juga cukup tahan terhadap paparan bahan kimia, udara lembap, maupun lingkungan dengan kadar garam tinggi seperti daerah pesisir.
Sedangkan atap galvalum memang dirancang agar lebih tahan karat dibandingkan baja biasa, tetapi dalam kondisi tertentu seperti goresan pada lapisan pelindung atau paparan lingkungan ekstrem, potensi korosi masih bisa terjadi dalam jangka waktu lama.
4. Perbedaan Bobot dan Kemudahan Pemasangan
Dari segi bobot, kedua jenis atap ini tergolong ringan dibandingkan genteng beton atau tanah liat. Namun, atap galvalum biasanya lebih tipis sehingga lebih fleksibel dan mudah dipasang pada berbagai jenis rangka atap.
Sementara itu, atap UPVC memiliki ketebalan yang lebih besar sehingga terasa lebih kokoh. Meski begitu, pemasangannya tetap relatif mudah karena lembaran atap sudah dirancang dengan sistem sambungan tertentu yang mempermudah instalasi.
5. Perbedaan Harga dan Nilai Investasi
Dalam hal harga, atap galvalum umumnya memiliki biaya awal yang lebih terjangkau dibandingkan atap UPVC. Hal ini membuat galvalum sering digunakan untuk proyek konstruksi dengan anggaran terbatas seperti gudang, pabrik, atau bangunan semi permanen.
Namun jika dilihat dari kenyamanan dan daya tahan terhadap panas, atap UPVC sering dianggap sebagai investasi jangka panjang yang lebih baik untuk hunian. Walaupun harga awalnya sedikit lebih tinggi, biaya tambahan untuk pendinginan ruangan bisa lebih hemat karena suhu di dalam rumah cenderung lebih stabil.
6. Penggunaan yang Paling Cocok
Pemilihan antara atap UPVC dan galvalum sebenarnya sangat bergantung pada kebutuhan bangunan. Atap UPVC lebih cocok digunakan pada rumah tinggal, kanopi, garasi, atau bangunan yang membutuhkan kenyamanan suhu dan suara.
Di sisi lain, atap galvalum banyak digunakan pada bangunan industri, gudang, bengkel, hingga proyek konstruksi yang membutuhkan material kuat dengan biaya lebih ekonomis.
Pengaruh Jenis Atap terhadap Kenyamanan Hunian

Jenis atap tidak hanya berfungsi sebagai pelindung bangunan. Namun demikian, material atap juga sangat memengaruhi kenyamanan penghuni rumah.
1. Pengaruh terhadap Suhu Ruangan
Pertama, jenis atap dapat memengaruhi suhu di dalam rumah. Atap dengan kemampuan isolasi yang baik akan membantu menjaga suhu ruangan tetap stabil. Oleh karena itu, material yang mampu meredam panas sering lebih disukai.
Sebaliknya, atap yang mudah menghantarkan panas dapat membuat ruangan terasa lebih gerah.
2. Pengaruh terhadap Tingkat Kebisingan
Selain suhu, tingkat kebisingan juga dipengaruhi oleh material atap. Beberapa jenis atap mampu meredam suara hujan dengan baik. Namun, material logam biasanya menghasilkan suara yang lebih keras.
Akibatnya, kenyamanan penghuni dapat terganggu saat hujan deras terjadi.
3. Pengaruh terhadap Ketahanan Bangunan
Selanjutnya, jenis atap juga memengaruhi ketahanan bangunan secara keseluruhan. Atap yang tahan cuaca akan membantu melindungi struktur rumah lebih lama. Karena itu, pemilihan material berkualitas sangat disarankan.
Dengan demikian, risiko kerusakan akibat cuaca ekstrem dapat dikurangi.
4. Pengaruh terhadap Biaya Perawatan
Terakhir, material atap juga memengaruhi biaya perawatan jangka panjang. Atap yang tahan karat biasanya membutuhkan perawatan lebih sedikit. Sebaliknya, atap berbahan logam sering memerlukan pengecekan rutin.
Perlindungan Maksimal Rumah dari Cuaca Ekstrem dengan UPVC Grand Luxe

Cuaca ekstrem sering menjadi tantangan bagi banyak bangunan rumah. Oleh karena itu, pemilihan material atap yang kuat sangat penting. Salah satu material yang sering direkomendasikan adalah atap UPVC Grand Luxe karena memiliki ketahanan yang baik terhadap berbagai kondisi cuaca.
Selain itu, atap UPVC dirancang untuk menghadapi paparan panas matahari yang intens. Struktur materialnya membantu mengurangi panas yang masuk ke dalam ruangan. Dengan demikian, suhu di dalam rumah dapat terasa lebih nyaman, terutama pada siang hari.
Di sisi lain, material UPVC juga dikenal tahan terhadap hujan deras dan kelembapan tinggi. Atap ini tidak mudah berkarat karena tidak mengandung logam. Oleh sebab itu, risiko kerusakan akibat korosi dapat diminimalkan.
Selain kuat, perawatan atap ini juga tergolong cukup mudah. Pembersihan sederhana biasanya sudah cukup untuk menjaga kondisinya tetap baik. Dengan demikian, penggunaan UPVC Grand Luxe dapat menjadi solusi perlindungan rumah yang lebih tahan lama dan efisien.
Produk Grand Luxe juga tersedia dalam berbagai tipe dan dapat dipesan melalui marketplace Shopee dan Tokopedia dengan pengiriman ke seluruh Indonesia, termasuk ke wilayah IKN melalui cabang Balikpapan. Untuk informasi lebih lanjut mengenai produk, silakan hubungi kami melalui WhatsApp pada nomor berikut.
Kesimpulan
Perbandingan upvc vs galvalum menunjukkan bahwa kedua material memiliki karakteristik yang berbeda. Namun demikian, UPVC sering dipilih karena lebih nyaman, tahan karat, dan mampu meredam panas serta suara dengan baik. Oleh karena itu, memilih atap berkualitas seperti UPVC dapat menjadi investasi jangka panjang bagi kenyamanan rumah Anda.
